POHON OAK
Terjemahan Indonesia oleh Random Girl Daily.
The Oak Tree : Original Story by https://www.thefablecottage.com/
Suatu hari yang panas, dua orang pendaki sedang berjalan di perbukitan kering berwarna coklat.
Mereka telah berjalan sepanjang hari, dan mereka lelah dan lapar.
Mereka melihat sebatang pohon di kejauhan.
“Aku sangat lapar!” kata seorang pejalan kaki. “Apakah menurutmu itu pohon apel? Saya ingin apel
merah yang besar dan renyah!”
“Nah, itu bukan pohon apel,” kata yang lain. “Itu pohon pir! Pir adalah favoritku. Saya ingin buah pir
kuning yang manis, berair,!"
Namun sesampainya di pohon, tidak ada apel. Atau pir juga. Faktanya, tidak ada buah sama sekali.
“Aduh, hu!” kata seorang pendaki. “Itu pohon ek yang tidak ada gunanya!”
Saat itu, langit berubah kelabu dan hujan mulai turun. Kedua pendaki itu berlari di bawah pohon oak
agar tetap kering. Hujan terus turun, tapi pohon oak itu seperti payung besar. Para pendaki tidak basah.
Mereka menunggu di bawah pohon oak hingga hujan reda. Siang berganti malam.
“Saya kedinginan,” kata seorang pendaki. “Kita sebaiknya menyalakan api. Bantu aku mengumpulkan kayu!”
Untung saja masih banyak dahan tua di bawah pohon oak tersebut. Kedua pendaki itu mengumpulkan
dahan dan membuat api unggun yang bagus dari dahan tersebut. Mereka duduk di samping api untuk
menghangatkan diri.
Saya lelah,” kata seorang pendaki. "Kita harus tidur di sini malam ini. Bantu aku membereskan tempat
tidur!"
Para pendaki membuat tempat tidur dari daun ek hijau yang lembut. Mereka meringkuk di dedaunan
dan tertidur.
Hujan turun dan angin bertiup, namun para pendaki merasa nyaman, hangat dan kering — di bawah
pohon ek yang "tidak berguna".
Moral: Terkadang hadiah terbaik tidak seperti yang kita harapkan.

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)



.jpeg)



